ga sempat nulis tentang "pengucapan di Tondano"
cuma dihari pengucapan:
- motor2 dilengkapi dengan basoka dari yang small, midle sampe yang big and large
- Tondano macet
- banyak polisi djalan
- ba blanja dipasar sama dengan orang mo lari dari tsunami
- terjadi kelangkaan Bambu di Tondano dan sekitarnya
- meningkatnya kadar kolestrol, asam urat, dan darah
tinggi pada orang Tondano dan sekitarnya
pemar le nda sempat ba tulis eh kemaren, mungkin karena so talalu sibuk deng diri sandiri padahal nda ada tamu yang datang dirumah, mungkin karena memang dorang nemau datang stow pa qt....
sudah bertahun-tahun budaya pengucapan syukur terus bertahan di TOndano dan sekitarnya yaitu minahasa... namun seiring dengan berjalannya waktu arti dan pelaksanaan pengucapan syukur ini mulai berubah ke hal yang lebih moderen dan bergengsi, kalo tempo doe loe yang saya ingat bahwa pengucapan syukur hanya dilaksanak di gereja... cuma seperti makan bareng di gereja karena pada intinya merupan pengucapan syukur atas berkat dan hasil panen yang didapat dalam suatu daerah like "campoeng" namun sekarang emmmm sepertinya maknanya adalah "buat nasija banya2 kong semakang pa orang banya"...ckckckc
pelaksanaan pengucapan syukur juga bukan hanya berakibat pada keuangan namuan juga pada kesehatan, kekeluargaan, kerukunan, dan ke, ke yang lain
di pengucapan syukur ada yang kecelakaan baik motor ataupun mobil... ada yang mabuk2kan dan adu jotos... ada yang saling memaki... dan lain2
wah wah pengucapan syukur ada2 saja...
emang sih banyak manfaat dan dampak positif dari pengucapan syukur ini, misalnya banyak yang pulang kampung dan menjalin silahturahmi saat pengucapan syukur... ada pula yang benar2 mengucap syukur dengan berbagi ke sesama yang kurang mampu...
dan yang saya paling suka adalah banyak makan sedap dan enak saat pengucapan syukur heheheh itu intinya";
namun dari tahun ke tahun saya harap pengucapan syukur ini ga akan hilang di telan waktu tapi malahan menjadi semakin erat dan semakin besar dampaknya bagi kehidupan berkeluarga umat di Tondano dan sekitarnya.....
peace buat Tondano
jaya terus Kota KU
pemar le nda sempat ba tulis eh kemaren, mungkin karena so talalu sibuk deng diri sandiri padahal nda ada tamu yang datang dirumah, mungkin karena memang dorang nemau datang stow pa qt....
sudah bertahun-tahun budaya pengucapan syukur terus bertahan di TOndano dan sekitarnya yaitu minahasa... namun seiring dengan berjalannya waktu arti dan pelaksanaan pengucapan syukur ini mulai berubah ke hal yang lebih moderen dan bergengsi, kalo tempo doe loe yang saya ingat bahwa pengucapan syukur hanya dilaksanak di gereja... cuma seperti makan bareng di gereja karena pada intinya merupan pengucapan syukur atas berkat dan hasil panen yang didapat dalam suatu daerah like "campoeng" namun sekarang emmmm sepertinya maknanya adalah "buat nasija banya2 kong semakang pa orang banya"...ckckckc
pelaksanaan pengucapan syukur juga bukan hanya berakibat pada keuangan namuan juga pada kesehatan, kekeluargaan, kerukunan, dan ke, ke yang lain
di pengucapan syukur ada yang kecelakaan baik motor ataupun mobil... ada yang mabuk2kan dan adu jotos... ada yang saling memaki... dan lain2
wah wah pengucapan syukur ada2 saja...
emang sih banyak manfaat dan dampak positif dari pengucapan syukur ini, misalnya banyak yang pulang kampung dan menjalin silahturahmi saat pengucapan syukur... ada pula yang benar2 mengucap syukur dengan berbagi ke sesama yang kurang mampu...
dan yang saya paling suka adalah banyak makan sedap dan enak saat pengucapan syukur heheheh itu intinya";
namun dari tahun ke tahun saya harap pengucapan syukur ini ga akan hilang di telan waktu tapi malahan menjadi semakin erat dan semakin besar dampaknya bagi kehidupan berkeluarga umat di Tondano dan sekitarnya.....
peace buat Tondano
jaya terus Kota KU



0 comments:
Post a Comment